Jumat, 19 Maret 2010

PROTEKSI DAN RETHINGKING TERHADAP KHAZANAH TURAS QADIM; TELAAH ATAS KITAB AL-MUSANNAF KARYA ‘ABD AL-RAZAQ AS-SAN’ANI

PROTEKSI DAN RETHINGKING TERHADAP KHAZANAH TURA@S\ QADI@M; TELAAH ATAS KITAB AL-MUS}ANNAF KARYA ‘ABD AL-RAZA@Q AS-S{AN’A@NI

By: Shohibul Adib, S.Ag, M.S.I

A. Pendahuluan
Sejarah membuktikan bahwa dunia Islam pernah mengalami masa kegelapan. Masa ini terjadi ketika pasukan Mongol pimpinan Hulagu Khan menyerang Baghdad dan menghancurkan segala yang ada. Bahkan lebih dari itu, buku-buku karya para ilmuwan Islam dibakar dan dihanyutkan ke laut hingga tintanya merubah warna laut menjadi hitam-pekat oleh pudarnya tinta dari jutaan buku yang hanyut itu. Peristiwa yang begitu tragis ini, dampaknya dirasakan turun temurun hingga ratusan generasi, bahkan sampai generasi Islam saat ini. Tragedi sejarah ilmu pengetahuan yang pantang terulang kembali. Oleh karena itu, pemikir muslim saat ini sebagai penerus perjuangan ulama terdahulu, seharusnya berkomitmen dalam rangka menjaga tradisi khazanah tura@s\ qadi@m (wawasan intelektual klasik) baik yang sudah terkodifikasikan dalam beragam buku, kitab-kitab atau dalam tradisi NU dikenal dengan kitab kuning, maupun dalam bentuk manuskrip-manuskrip untuk dikaji ulang dan dipahami dalam konteks kekinian.
Masih terkait dengan masalah penjagaan atas tura@s| qadi@m ini, dalam muqaddimah penerbit kitab al-mus}annaf disebutkan bahwa Muhammad Anwar al-Kasymiriy memerintahkan kepada para koleganya untuk menghidupkan kembali tura@s| Islam yang agung, sebab ia adalah warisan klasik dari Islam. Guna menghandel perintah Anwar al-Kasymiriy tersebut, maka Muhammad Miya@ as-Samlikiy bersama murid-muridnya mendirikan pertemuan untuk mengumpulkan dan mempelajari naskah al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q. Namun, belum sempat menyelesaikan tugasnya Miya@ as-Samlikiy meninggal dunia. Sehingga Ibra@him Miya@ sebagai ketua tim majelis al-‘Ilmy memohon H}abi@b ar-Rahma@n al-‘Az}ami untuk melakukan tah}qi@q atas kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q.
Proteksi sekaligus rethingking atas kitab-kitab warisan budaya intelektual ulama terdahulu tersebut yang menjadi salah satu tujuan ditulisnya paper ini. Adapun kitab yang akan dibahas adalah kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q as-S}an’a@ni. Semoga bermanfaat, amin.

B. Biografi ‘Abd al-Raza@q as-S}an’a@ni
Dari penelusuran penyusun dapat diketahui bahwa Al-Ha@fiz| al-Kabi@r Abi@ Bakar ‘Abd al-Raza@q Ibn Hammam as-S}an’a@ni adalah nama lengkap dari ‘Abd al-Raza@q as-S{an’a@ni. ‘Abd al-Raza@q yang juga menulis kitab tafsi@r li al-‘Abd al-Raza@@q lahir pada 126 H di daerah S}an’a@n, ia pernah berkelana dalam rangka mengumpulkan hadis Nabi sambil berdagang di mulai dari kawasan H}ija@z, Sya@m, hingga kawasan Baghdad, Ira@k.
Salah satu dari guru ‘Abd al-Raza@q sebagaimana disebutkan Ibn H}aja@r al-Asqala@ni adalah:
أبيه وعمه وهب ومعمر وعبيد الله بن عمر العمري وأخيه عبد الله بن عمر العمري وأيمن بن نابل وعكرمة بن عمار وابن جريج والأوزاعي ومالك والسفيانين وزكرياء بن إسحاق المكي وجعفر بن سليمان ويونس بن سليم الصنعاني وابن أبي رواد وإسرائيل وإسماعيل بن عياش وخلق

Adapun murid-murid dari ‘Abd al-Raza@q antara lain:
شيخه سفيان بن عيينة، ومعتمر بن سليمان، وأبو أسامة، وطائفة من أقرانه، وأحمد بن حنبل، وابن راهويه، ويحيى بن معين، وعلي بن المديني، وإسحاق الكوسج، ومحمد بن يحيى، ومحمد بن رافع، وعبد بن حميد، ويحيى بن جعفر البيكندي، ويحيى ابن موسى

Sejarah mencatat bahwa ‘Abd al-Raza@q meninggal di daerah Yaman pada pertengahan bulan Syawal Tahun 211 H. Banyak ulama yang memberikan penilaian positif terhadap pribadi ‘Abd al-Raza@q, mereka antara lain:
1. Menurut Ibn Hajar dia adalah الأئمة الأعلام الحفاظ. ثقة حافظ,
2. Menurut ad-Daruqut}ni@ dia adalah ثقة
3. Menurut al-Bukha@ri: ما حدث عنه عبد الرزاق من كتابه فهو أصح
4. Menurut Abu@ Zur’ah ad-Dimsya@qy dari Ah}mad bin H}anbal bahwa ‘Abd al-Raza@q adalah يحفظ حديث bahkan terkadang dikatakan ثقة.
5. Menurut Siyar bin H{atim sebagai berikut:
وأرجو أنه لا بأس به، والذي ذكر فيه من التشيع والروايات التي رواها التي يستدل بها على أنه شيعي، فقد روى أيضا في فضل الشيخين، وأحاديثه ليست بالمنكرة، وما كان فيه منكر، فلعل البلاء فيه من الراوي عنه، وهو عندي ممن يجب أن يقل حديثه
6. Menurut Abu Ahmad, ‘Abd al-Raza@@q banyak meriwayatkan hadis ia mengatakan حديث صالح, حسن الحديث, معروف بالتشيع, جمع الرقائق, لا بأس به, وأحاديثه ليست بالمنكرة.
7. Menurut Ya’qu@b bin Syaibah, ‘Ali bin al-Madiniy, Hisyam bin Yu@su@f:
كان عبد الرزاق أعلمنا وأحفظنا, ثقة ثبت.
Dari biografi dan komentar beberapa ulama di atas, maka dapat disimpulkan: pertama, ‘Abd al-Raza@@q adalah seorang periwayat yang adil dan dhabit. Adapun tingkatan adil-nya ‘Abd al-Raza@@q berdasarkan kriteria yang dibangun ‘Ajjāj al-Khātib sangat bervariasi, yakni masuk dalam tingkatan ta’dil ketiga, kelima, dan keenam. Keadilan ‘Abd al-Raza@@q pada tingkatan ketiga tampak dari komentarnya Ibn Hajar, Abu Zur’ah ad-Dimsyaqy, Ya’qu@b bin Syaibah, ‘Ali bin al-Madiniy, dan Hisyam bin Yu@su@f. Komentar Abu Ahmad masuk dalam kriteria tingkatan ta’dil kelima. Sementara itu, tingkatan ta’dil keenam tampak dari komentar yang diberikan oleh Siyar bin H{atim, dan Abu Ahmad.
Kedua, dilihat dari tangal lahir dan kematian, maka ‘Abd al-Raza@q yang lahir pada 126 H dan meninggal pada Tahun 211 H masih tergolong sebagai seorang tabi’in. Hal ini berdasarkan pendapat mayoritas ulama yang menyatakan bahwa akhir masa tabi’in adalah tahun 150 H dan akhir masa tabi’ al-tabi’in adalah tahun 220 H.

C. Kitab al-Mus}annaf Karya ‘Abd al-Raza@q as-S}an’a@ni dan Metode Penyusunannya

Sejarah menunjukkan bahwa metode penyusunan kitab-kitab hadis sangat beragam atau tidak seragam. Para mukharij memiliki metode-metode sendiri-sendiri dalam penyusunan sistematika dan penempatan topik masalah. Hal ini dinilai sebagai sesuatu yang wajar oleh Syuhudi Ismail. Sebab, kegiatan penulisan hadis yang dilakukan para ulama terdahulu lebih terkonsentrasikan pada penghimpunan hadis dan tidak pada metode penyusunannya.
Adapun kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q jika di lihat dari namanya, maka kitab ini menggunakan metode al-Mus}annaf. Kata al-Mus}annaf meskipun secara bahasa bermakna sesuatu yang disusun, namun secara terminologis kata al-Mus}annaf adalah نَفَس atau the same thing (sama) dengan istilah muwat}a’ yakni sebuah metode pembukuan hadis berdasarkan klasifikasi hukum Islam atau (ابواب فقهيه) bab-bab fiqh di mana di dalamnya mencakup hadis mauquf, hadis maqtu’ yang disatukan dengan hadis marfu’, yang oleh ulama mutaqaddimi@n disebut dengan al-Asna@f.
Menurut Goldziher istilah al-Mus}annaf di definisikan sebagai koleksi di mana para perawi yang dirujuk oleh isnad-isnad itu tidak menentukan urutan perkataan dan isisnya. Namun, hubungan isi dan rujukan perkataanya pada masalah yang sama. Materi yang menjadi pokok bahasan hadis-hadis bukan hanya umum, yang terkait dengan ritual, melainkan juga yang terkait dengan masalah biografis, historis, dan etis. Di antara kitab hadis yang termasuk dalam kategori al-Mus}annaf ini adalah al-Jawa@mi’, as-Sunan, al-Mus}annafat, al-Mustadraka@t, al-Mustakhrajat.
Sementara itu, dilihat dari setting sejarahnya, maka koleksi kitab hadis yang menggunakan metode al-Mus}annaf muncul pada pertengahan abad pertama dan tersebar luas pada pertengahan abad ke-2 H. Di antara penulis yang menyusun kitab hadis dengan kompilasi seperti karya ‘Abd al-Raza@q adalah karya Abu Bakr bin Syaibah (w. 235 H), Abu Rabi’ Sulaima@n bin Abi Dawu@d az}-Z}a@hiri (w. 234 H). Terdapat juga Mus}annaf Hammad bin Salamah (w. 181 H), Musannaf yang dinisbahkan pada Waki’ al-Jarrah (w. 197 H).
Kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q ini diterbitkan oleh Majelis al-‘Ilmi@, Beiru@@t pada Tahun 1983/ 1403 H dalam 11 (sebelas) jilid dan di tah}qi@q dan disajikan kembali oleh H}abi@b ar-Rahma@n al-‘Az}ami@. Pembacan atas kitab al-Mus}annaf editan H}abi@b ar-Rahma@n tersebut lebih dipermudah dengan adanya satu kitab katalog yang disusun oleh Ma’mar bin Rasyid al-Azdiy. Kitab yang sangat membantu ini terdiri dari tiga katalog, yakni: pertama: katalog untuk lafaz hadis. Kedua, katalog untuk istilah-istilah fiqhiyyah, dan ketiga, berisi tentang indeks atau biografi.

D. Sistematika Kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q as-S}an’a@ni
Kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q jika dilihat dari sudut pandang jenis kitab hadis, maka kitab tersebut termasuk kitab hadis yang disusun berdasarkan bab fiqh. Hal ini tampak dari karakteristik susunannya, yakni mengumpulkan hadis-hadis yang memiliki kesamaan tema menjadi satu tema umum, seperti: Kitab al-T{aharah, as-Salah, az-Zaka@t, al-Buyu@’, dan lain-lain. Dengan kata lain setiap hadis di bagi dalam beberapa kitab, setiap kitab dibagi lagi menjadi beberapa bab, dan setiap bab terdapat beberapa hadis Nabi yang masuk dalam satu tema kajian tertentu.
Adapun rincian dari kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q adalah terdiri dari 30 Kitab, 2431 bab, memuat 21033 hadis, dan setiap teks hadis diberikan tanda nomor urut dari 1 sampai 21033, sedangkan sistematika kitab al-Mus}annaf adalah sebagai berikut:
1. Juz I: terdiri dari 3 kitab
a. Kita@b at}-T}aha@rah , berisi 132 bab, 1148 hadis (No. hadis 1-1148).
b. Kita@b al-H}aid}, berisi 26 bab, 214 hadis (No. 1149-1363).
c. Kita@b as}-S}ala@t, berisi 107 bab, 880 hadis (No. 1364-2244).
2. Juz II: hanya berisi satu kitab, yakni melanjutkan Kita@b as}-S}ala@t, berisi 218 bab, 2321 hadis (No. 2245-4566).
3. Juz III meneruskan Kita@b as}-S}ala@t dan membahas empat kitab lainnya.
a. Kita@b as}-S}ala@t, berisi 37 bab, 2224 hadis (No. 4567-5143).
b. Kita@b al-Jum’a@t, berisi 56 bab, 453 hadis (No. 5144-5597).
c. Kita@b as}-S}ala@t al-‘Idain berisi 33 bab, 260 hadis (No. 5598-5858).
d. Kita@b Fad}a@il al-Qur'a@n membahas 10 bab berisi 181 hadis (No. 5859-6040).
e. Kita@b al-Jana@’iz terdiri dari 92 bab, 750 hadis (No. 6041-6791).
4. Juz IV memuat lima kitab, yakni:
a. Kita@b az-Zaka@t terdiri dari 58 bab, 497 hadis (No. 6792-7289).
b. Kita@b as}-S}iya@m terdiri dari 63 bab, 662 hadis (No. 7290-7952).
c. Kita@b al-‘Aqi@qah terdiri dari 5 bab, 49 hadis (No. 7953-8002).
d. Kita@b al-I’tika@f terdiri dari 17 bab, 114 hadis (No. 8003-8117).
e. Kita@b al-Mana@sik terdiri dari 71 bab, 677 hadis (No. 8118-8795).
5. Juz V membahas tiga Kitab, sebagai berikut:
a. Kita@b al-Mana@sik terdiri dari 62 bab, 474 hadis, No. 8796-9270.
b. Kita@b al-Jiha@d terdiri dari 55 bab, 446 hadis, No. 9271-9717.
c. Kita@b al-Magha@zi terdiri dari 45 bab, 98 hadis, No. 9718-9816.
6. Juz VI mengkaji tiga kitab, yakni;
a. Kita@b ahl al-Kita@b terdiri dari 73 bab, 425 hadis, No. 9817-10242.
b. Kita@b an-Nika@h} terdiri dari 69 bab, 666 hadis, No. 10243-10909.
c. Kita@b at}-T}ala@q terdiri dari 126 bab, 1034 hadis, No. 10910-11944.
7. JuzVII: terdiri dari satu kitab, yakni melanjutkan pembahasan tentang Kita@b at}-T}ala@q terdiri dari 273 bab, 2108 hadis, No. 11945-14053.
8. Juz VIII: terdiri dari satu kitab, yakni Kita@b al-Buyu@’ memuat 169 bab, 2083 hadis, No. 14054-16137.
9. Juz IX: memuat tujuh kitab, yakni:
a. Kita@b al-Wala@’ terdiri dari 18 bab, 180 hadis, No. 16138-16318.
b. Kita@b al-Was}a@ya@ terdiri dari 20 bab, 199 hadis, No. 16319-16518.
c. Kita@b al-Mawa@hib terdiri dari 5 bab, 52 hadis, No. 16519-16571.
d. Kita@b as}-S}ada@qah terdiri dari 7 bab, 78 hadis, No. 16572-16650.
e. Kita@b al-Mud}abbar terdiri dari 16 bab, 272 hadis, No. 16651-16923.
f. Kita@b al-Asyribah terdiri dari 22 bab, 248 hadis, No. 16924-17172.
g. Kita@b al-‘Uqu@l terdiri dari 121 bab, 968 hadis, No. 17173-18141.
10. Juz X: melanjutkan pembahasan Kita@b al-‘Uqu@l dan empat kitab, yakni:
a. Kita@b al-‘Uqu@l terdiri dari 52 bab, 454 hadis, No. 18142-18596.
b. Kita@b al-Luqa@t}ah terdiri dari 38 bab, 404 hadis, No. 19597-19001.
c. Kita@b al-Fara@id} terdiri dari 12 bab, 206 hadis, No. 19002-19208.
d. Kita@b ahl al-Kita@bayni terdiri dari 32 bab, 209 hadis, No. 19209-19418.
e. Kita@b al-Ja@mi’ terdiri dari 81 bab, 311 hadis, No. 19419-19730.
11. Juz XI: Melanjutkan Kita@b al-Ja@mi’ terdiri dari 201 bab, 1302 hadis, No. 19731-21033.
Demikianlah sistematika dari kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q yang disusun berdasarkan hukum Islam. Pertanyaan yang biasa muncul terkait dengan sistematika kitab hadis adalah penempatan susunan kitab dan bab hadis. Misal, mengapa kitab dan atau bab thaharah menempati urutan pertama? Sebuh pertanyaan klasik yang juga dijawab oleh beberapa ulama. Syarifudddin menyatakan bahwa
وَبَدَأَ بِالطَّهَارَةِ اتِّبَاعًا لِسُنَّةِ الْمُصَنِّفِينَ فِي ذَلِكَ وَتَقْدِيمًا لِلْأُمُورِ الدِّينِيَّةِ عَلَى غَيْرِهَا وَاهْتِمَامًا بِأَهَمِّهَا وَهِيَ الصَّلَاةُ

Dengan demikian, penempatan urutan kitab dan bab dalam kitab hadis memang menjadi hak priogratif penulis, di sini subjektivitas penulis berperan besar. Oleh karena itu, menjadi sulit ketika muncul pertanyaan apa landasan yang digunakan ahli hadis dalam menerapkan susunan kitab dan bab?. Sulit, karena pada umumnya penulis kitab hadis tidak memberikan alasan dan penjelasan. Dalam hal ini lah kekuatan analisa pembaca dituntut untuk menganalisa sistematika sebuah kitab hadis.
Dalam editannya, H}abi@b ar-Rahma@n menggunakan beberapa rumus atau singkatan dalam setiap halaman dari kitab al-Mus}annaf, yakni:
1. huruf ت : الترمذي
2. huruf ح : النسخه الحيدرابادية من المصنف لعبد الرزاق
3. huruf د: أبو داود
4. huruf الدر: الدر المختار لعلاء الدين الحصكفي
5. huruf الزوائد: مجمع الزوائد للهيثمي
6. huruf ش: ابن أبي شيبة
7. huruf ص: الأضل إذا قلت: في" ص" أو كذا في "ص"
8. huruf ص: سعيد بن منصور
9. huruf طب: الطبراني في الكبير
10. huruf عب: عبد الرزاق
11. huruf الفتح: فتح الباري للحافظ ابن حجر
12. huruf الكنز: كنز العمال في سنن الاقوال والأفعال لعلي المتقي الهندي
13. huruf م: مسلم
14. huruf المرادية: نسخة مراد ملا من المصنف لعبد الرزاق
15. huruf ن: النسائي
16. huruf هق: البيهقي في السنن الكبرى


E. Kandungan Kualitas Hadis dalam Kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q as-S}an’a@ni

Sebagaimana dijelaskan di atas, di lihat dari kandungan matan hadisnya, maka kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q di dalamnya mencakup hadis mauquf (hadis yang disandarkan kepada sahabat), hadis maqtu’ (hadis yang disandarkan kepada tabi’in), yang disatukan dengan hadis marfu’, yang oleh ulama mutaqaddimi@n disebut al-Asna@f.
Salah satu contoh hadis mauquf (hadis yang disandarkan kepada sahabat) adalah:
عبد الرزاق عن الثوري عن سلمة بن كهيل عن أبي صادق عن عليم (3) الكندي قال : سمعت سلمان يقول : ليخربن هذا البيت على يد رجل من ولد ابن الزبير (4).
__________
(3) مصغرا ، ذكره الحافظ في " تعجيل المنفعة ".
(4) كذا في " ص " والحديث موقوف ، وفيه نظر.

Adapun contoh hadis hadis maqtu’ (hadis yang disandarkan kepada tabi’in) adalah sebagai berikut:
- أخبرنا عبد الرزاق قال : أخبرنا ابن جريج قال : أخبرني عثمان بن أبي سليمان أن نافع بن جبير أخبره أن ابن عباس أخبره قال : إتي لصاحب المرأة التي أتي بها عمر ، وضعت لستة أشهر، فأنكر الناس ذلك، فقلت لعمر: لم تظلم ؟ فقال : كيف ؟ قال : قلت له: إقرأ * (وحمله وفصاله ثلاثون شهرا) * (1) ، وقال: * (والوالدات يرضعن أولادهن حولين كاملين) *، (2) كم الحول ؟ قال: سنة ، قال: قلت : كم السنة؟ قال: اثني عشر شهرا، قال: قلت: فأربعة وعشرون شهرا حولان كاملان، ويؤخر من الحمل ما شاء الله ويقدم، فاستراح عمر إلى قولي
__________
= " فردها عثمان وخلى سبيلها " وهذا يدل على خطأ الرواية التي عند " هق " وفيها " أن عثمان أمر بها أن ترد فوجدت قد رجمت " فإن إسناد هذا الخبر موصول ، وقد رواه الثوري عن عاصم عن عكرمة أيضا ، وقد روي من وجه آخر أيضا كما تراه فوقه عند المصنف بإسناد صحيح متصل وهو ساكت عن الزيادة التي في آخر خبر " هق " وإسناد حديث " هق " مقطوع ، هو من بلاغات مالك.
(1) سورة الاحقاف ، الآية : 15.
(2) سورة البقرة ، الآية : 233

Hadis marfu’ adalah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. secara khusus, baik berupa sabda, perbuatan maupun taqri@r, baik muttasil maupun munqat}i’ karena gugurnya seorang sahabat atau yang lain dari sanadnya. Salah satu contoh hadis marfu’ dalam kitab al-Mus}annaf ini adalah:
عبد الرزاق عن معمر والثوري عن أبي إسحاق عن صلة ابن زفر عن حذيفة قال:بني الاسلام على ثمانية أسهم، شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، والحج، والامر بالمعروف، والنهي عن المنكر(1)، وقد خاب من لا سهم له(2).
(1) سقط من " ص " ذكر الجهاد في سبيل الله ، وهو ثابت في المجمع، ولا بد منه فإن الحديث مسوق له.
(2) أخرجه البزار عن حذيفة مرفوعا وفيه: الاسلام سهم، بدل ذكر الشهادتين، قال الهيثمي: في إسناده يزيد بن عطاء، وثقه أحمد وغيره، وضعفه جماعة، كذا في المجمع1: 38 قلت: إسناد المصنف ليس فيه يزيد لكنه مرسل إن كانت النسخة محفوظة.
Contoh hadis marfu@’ yang lain adalah:

عبد الرزاق عن ابن جريج عن عطاء قال : يصلون في السفينة قياما ، إلا أن يخافوا أن يغرقوا (1) ، فيصلون (2) جلوسا ، يتبعون القبلة حيث ما زالت (3)
__________
(1) فيه حديث مرفوع عن ابن عمر أخرجه الدارقطني والحاكم كما في المنتقى 3 : 169.
(2) في ص (فيصلوا).
(3) أو (ما مالت).

Adapun terkait dengan masalah transmisi atau sanad dalam kitab ini, penelitian Motzki terhadap kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q layak diapresiasi. Motzki melakukan dating terhadap al-Mus}annaf, yakni menentukan asal-muasal dan umur terhadap sumber sejarah yang merupakan salah satu substansi penelitian sejarah. Jika dating yang dilakukan oleh seorang peneliti terhadap sebuah sumber sejarah terbukti tidak valid dikemudian hari, maka seluruh premis teori dan kesimpulan yang dibangun atas sumber sejarah tersebut menjadi colleps (roboh). Teori inilah yang menjadi epistemologi Motzki dalam merekonstruksi sejarah awal Islam dalam karyanya The Origins of Islamic Jurisprudence.
Motzki dalam penelitiannya menemukan tiga sumber dominan yang sering dirujuk oleh ‘Abd al-Raza@q, yang memberikan kontribusi ribuan hadis, mereka adalah Ma’mar, Ibn Jurayj, dan Sufyan as-Sauri. Motzki meneliti empat tokoh sebagai sumber otoritas utama dari ‘Abd al-Raza@q, yakni Ma’mar di mana ‘Abd al-Raza@q meriwayatkan materinya sekitar 32%, Ibnu Jurayj 29%, as-Sauri 22%, dan Ibn Uyainah 4%. Sisanya adalah sekitar 13% yang berasal dari 90% tokoh yang berbeda dan kurang dari 1% tokoh yang berasal dari abad ke-2 H seperti Abu Hanifah 0,7%, dan Imam Malik sebesar 0,6%.
Hasil Dating yang dilakukan Motzki terhadap kitab al-Mus}annaf Karya ‘Abd al-Raza@q dengan menggunakan metode isnad cum analisis dan pendekatan traditional-historical menunjukan bukti bahwa materi-materi yang disandarkan ‘Abd al-Raza@q kepada keempat informan utamanya adalah otentik.
Pada akhirnya, penelitian Motzki tersebut di samping dapat dijadikan sebagai salah satu masukkan dalam kegiatan penelitian ilmu al-rija@l al-hadis, baik terhadap ilmu ta@ri@kh ar-Ruwa@t maupun ilmu al-Jarh} wa al-Ta’di@l, juga sebagai bukti bahwa karya ‘Abd al-Raza@q kitab al-Mus}annaf ini layak untuk dijadikan sebagai rujukan dalam pengambilan hukum Islam.


F. Kesimpulan
Sebagai sebuah penelitian, kitab al-Mus}annaf karya ‘Abd al-Raza@q ini sangat layak untuk dijadikan referensi penelitian ke depan, khusunya kajian mengenai tema-tema yang diangkat ‘Abd al-Raza@q dalam kitabnya tersebut untuk dikontekskan dalam konteks kekinian. Misal, tema tentang “Jihad” dalam Kita@b al-Jiha@d terutama bab “Kewajiban Perang” (ba@b wuju@b al-ghaz|wu). Namun begitu, tidak menutup kemungkinan kitab ini jauh dari kelemahan, seperti banyaknya pengulangan-pengulangan hadis yang seringkali menjadikan kitab ini agak “sedikit tebal” dan “sedikit membosankan”. Salah satu contoh kecilnya adalah hadis tentang بني الاسلام على ثمانية , hadis ini terdapat dalam hadis No. 9280 dan diulang dalam hadis nomor 5011 dengan sanad yang tidak berbeda, yakni عبد الرزاق عن معمر عن الثوري عن أبي إسحاق عن صلة بن زفر عن حذيفة. Wallahua’lam.


DAFTAR PUSTAKA

‘Abd al-Raza@q, al-Mus}annaf (ed.) H}abi@b ar-Rahma@n al-‘Az}ami, Beiru@@t: Majelis al-‘Ilmi@, 1983/ 1403 H.

‘Ajjāj al-Khātib, Al-Sunnah Qabl al-Tadwin, kairo: Maktabah Wahbah, 1963.

__________, Muhammad, Usūl al-H}adis|; ‘Ulūmuhu wa Mus}t}alah}uhu, Beiru@t: Dār al-‘Ilm li al-Malayi@n, 1977.

Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad Az|-Z|ahaby, Miza@n al-I’tida@l fi@ Naqd al-Rija@l , T.tp.: Isa@ al-Ba@bi al-H}ala@by, 1963.

__________, Siyar a’la@m an-Nubula@’ dalam CD Maktabah al-Sya@milah versi III atau al-Is}da@r al-S\a@lis\.

Ada@m al-Kharasa@ni, Mausu@’ah A’la@m, dalam Maktabah al-Sya@milah versi III atau al-Is}da@r al-S\a@lis.

Al-Fayyumi, Al-Mis}bah} al-Muni@r fi@ Ghari@b al-Syarh} al-Kabi@r li ar-Ra@fi’i@, Beiru@t: Da@r al-Kutu@b al-‘Ilmiyyah, t.t.

Harald Motzki, The Origins of Islamic Jurisprudence: Meccan Fiqh before the Classical Schools, Leiden: Boston Koln, 2002.

Ibn H}aja@r al-Asqala@ni, Tahz|i@b al-Tahz|i@b, CD Maktabah al-Sya@milah versi III atau al-Is}da@r al-S\a@lis\.

__________, Lisa@n al-Mi@za@n,dalam CD Maktabah al-Sya@milah versi III atau al-Is}da@r al-S\a@lis.

__________,Taqri@b al-Tahz|i@b, dalam CD Maktabah al-Sya@milah versi III atau al-Is}da@r al-S\a@lis\.

Ibn Manz|u@r., Lisān al-Arab, Mesir: Dār al-Mishriyyah li al-Ta’lif wa al-Tarjamah, 1868.

Ibra@him Miya@, “Muqaddimah an-Na@syir”, dalam ‘Abd al-Raza@q, al-Mus}annaf (ed.) H}abi@b ar-Rahma@n al-‘Az}ami, Beiru@@t: Majelis al-‘Ilmi@, 1983/ 1403 H.

Ignaz Goldziher, Muslim Studies, London: t.tp., 1967.

Ismail. Syuhudi, Kaedah Kesahihan Sanad Hadis: Telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah, Jakarta: Bulan Bintang, 1988.

__________,Metodologi penelitian Hadis Nabi, Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

Kamaruddin Amin, “Book Review The Origins of Islamic Jurisprudence Meccan Fiqh before the Classical School”, dalam Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2003, No. 1, Vol. 41.

Ma’mar bin Rasyid al-Azdiy, Faha@ris al-Mus}annaf ‘Abd al-Raza@q, Beirut: al-Maktab al-Isla@miy, t.t.

Martin Van Bruinessen dalam Bijdragen Tot de Taal-, Land-en Volkankunde, Deel 146 Ze en 3e Aflevering 1990.

Muhammad bin Ismail al-S}an’ani@y, Subu@l al-Salam; Syarh} Bulu@g al-Mara@m min Jam’ Adillat al-Ahkam, Mesir: Da@r al-Fikr, t.t.

Muhammad bin Ja’far al-Kattani, Ar-Risa@lah al-Mustafa@t, Beiru@t: Da@r al-Ilmi@, 1322.

Muhammad H}akim al-Naisa@bury, Ma’rifa@t Ulu@m al-H}adis|; Kairo: Maktabah al-Mutanaby, t.t.

Muhammad Ibn Sa’ad, at}-T}abaqa@t al-Kubra@, Leiden: E.J.Brill, 1322 H.

Muhammad Mustafa Azami, Studies in Hadith Methodology and Literatur, edisi Indonesia terj. A. yamin Metodologi Kritik Hadis, terj. A. Yamin, Jakarta: Pustaka Hidayah, 1992.

Nuruddin al-Itr, Ulumul Hadis, terj. Endang Soetari dan Mujio, Bandung: Rosdakarya, 1992.

Syamsuddin Muhammad bin ‘Abd ar-Rahman as-Sakhawi, Fath} al-Mugis; Syarh} Alfiyyah al-H}adis| li al-‘Ira@qi@y, Al-Madinah al-Munawarah: al-Maktabah al-Salafiyyah, 1968.

Syaukat Jamilah, “Pengklasifikasian Literatur Hadis”, dalam Al-Hikmah, No. 13 April-Juni 1994.

Yusu@f bin az-Zaki al-Mizzi@, Tahz|i@b al-Kama@l dalam CD Maktabah al-Sya@milah versi III atau al-Is}da@r al-S\a@lis\.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar