Senin, 22 Maret 2010

KARAKTERSTIK TAFSIR AS-SYA'RAWI

KARAKTERISTIK TAFSI@R AL-SYA'RA@WI@ KHAWA@T}IR AL-SYA'RA@WI@ H}AULA AL-QUR'A@N AL-KARI@M
Shohibul Adib, S.Ag, M.S.I

A. Pendahuluan
Al-Qur’an adalah sumber utama atau sumber fundamental bagi agama Islam, ia disamping berfungsi sebagai petunjuk (hudan)-antara lain petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, Syari'ah, moral (akhlak) dan lain-lain,- juga berfungsi sebagai pembeda (furqān), (Qs: 2:185), sehingga ia menjadi tolok ukur dan penolakan apa yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad.
Berangkat dari kesadaran bahwa al-Qur’an memuat berbagai macam petunjuk yang paling lengkap bagi manusia, yang membenarkan dan mencakup wahyu-wahyu yang terdahulu (Qs:12:111), (Qs:10:37), (Qs:6:114), yang kedudukannya menempati posisi sentral dalam studi keislaman, maka lahirlah niatan dikalangan ummat Islam untuk mencoba memahami isi kandungan al-Qur’an itu sendiri. Usaha untuk memahmi al-Qur’an inilah pada nantinya yang dikenal dengan aktivitas penafsiran (al-tafsir).
Terkait dengan hasil karya para ulama berupa kitab tafsir, kalangan peminat studi al-Qur'an (al-tafsir) mengenal istilah-istilah metode (al-manha@j), corak (al-laun), bahkan paradigma guna membantu untuk memilah, memahami dan menetapkan kategori tertentu terhadap suatu hasil karya tafsir. Paper ini berusaha mengkaji kitab tafsir kontemporer, yakni Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ Oleh Syekh Mutawalli@, semoga keberadaan paper ini bermanfaat, amin.

B. Biografi al-Sya'rawi
Nama Lengkap al-Sya'ra@wi@ adalah Muhammad bin Mutawalli al-Sya'ra@wi@ al-H}usaini@. Dilihat dari garis keturunan nasab bapaknya ia sampai kepada cucu Nabi Muhammad saw. yakni Ima@m H}usai@n bin ‘Ali@. Pada tanggal 5 April 1911 al-Sya'ra@wi@ lahir, tepatnya di desa Daqa@dus, Mit Gamir, ad-Daqhiliyyah.
Ketekunan al-Sya'ra@wi@ dalam studi al-Qur'an sudah nampak sejak kecil dimana sejak ia berusia 11 tahun sudah hafal al-Qur'an di bawah bimbingan gurunya Syekh Abd al-Maji@d Pasya. Karenanya, tidak aneh ketika ia dewasa menjadi salah satu tokoh dalam bidang tarsir kontemporer abad 21.
Sejak duduk di bangku sekolah menengah (setingkat SLTA atau MA di Indonesia) al-Sya'ra@wi@ menekuni keilmuan bidang syair dan sastra Arab. Hal ini tampak ketika ia di angkat menjadi Ketua Persatuan Pelajar dan Ketua Persatuan Kesusastraan di daerah Zaqaziq. Kemudian pada tahun 1930-an merasakan bangku kuliah pada Fakultas Ushuluddin di Zaqaziq, dan setelah lulus pendidikan S1 pada tahun 1936 ia melanjutkan studi (setingkat S2) mengambil konsentrasi Bahasa Arab pada Universitas al-Azhar dan lulus pada tahun 1943 dengan predikat cum laude.
Setelah menyelsaukan studinya tersebut, al-Sya'ra@wi@ menghabiskan hidupnya dalam dunia pendidikan, yakni sebagai tenaga pengajar pada beberapa perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah (midle countries), antara lain: al-Azhar Tanta, al-Azhar Iskandariyyah, Zaqaziq, Universitas Malik Ibn Abdul Aziz Makkah, Universitas al-Anjal Arab Saudi, Universitas Ummul Qura Makkah, dan lain-lain. Selian mengajar, al-Sya'ra@wi@ juga mengisi kegiatan-kegiatan sosial keagamaan, seperti menjadi Khatib, mengisi kegiatan ceramah (da’i), mengisi pengajian tafsir al-Qur'an yang di siarkan secara langsung (muba@syarah, live) melalui layar televisi di Mesir. Sembilan belas tahun sebelum al-Sya'ra@wi@ meninggal dunia pada tahun 1998, tepatnya pada tahun 1980 ia mendapatkan gelar akademiknya yang terakhir berupa gelar Doktor Honoris Causa.
Riwayat hidup al-Sya'ra@wi@ ini memberikan pelajaran berharga yang harus diteladani, yakni kesungguhan dan perjuangannya dalam bidang pendidikan, khususnya dalam bidang studi tafsir al-Qur'an. Selain itu, dari riwayat hidupnya, tampak bahwa ia adalah orang yang ahli dalam bidang tafsir al-Qur'an dan dalam bidang dakwah, dan terakhir seorang yang mumpuni dalam bidang bahasa dan sastra Arab yang dalam asumsi penyusun sangat mempengaruhi karya tafsirnya Tafsir al-Sya'ra@wi@.

C. Karya-karya al-Sya'rawi
Menurut Ahmad al-Marsi Husain Jauhar, al-Sya'ra@wi@ tidak pernah bergumul dalam kegiatan tulis menulis, ia lebih menikmati bahasa lisan dari pada bahasa tulisan. Karenanya al-Sya'ra@wi@ berpendapat bahwa bahasa lisan merupakan bahasa yang efisien sehingga tidak menunggu seseorang untuk membeli dan membaca buku, selain itu, dengan perantara bahasa lisan seseorang dapat langsung melakukan dialog tanpa harus dibatasi. Meskipun demikian, ceramah-ceramah al-Sya'ra@wi@ kemudian ditulis dalam bentuk karya buku oleh para murid-murid maupun para pengikutnya, antara lain: dalam bidang tafsir dan al-Qur'an, kitab Mu’jiza@t al-Qur'a@n, al-Qur'a@n al-Kari@m Mu’jiza@t al-Kari@m, al-Muntakhab fi Tafsi@r al-Qur'a@n al-kari@m, Tafsi@r al-Sya'ra@wi@, Khawa@t}ir H}aul al-Qur'a@n, al-Syait}a@n wa al-Insa@n, Nad}arat fi@ al-Qur'a@n, Asra@r Bismillahirrah}ma@n al-Rah}i@m, al-A@ya@t al-Kauniyyah wa Dala@latuha ‘ala Wuju@dillah Ta’ala@, dan lain-lain.
Dalam bidang Teologi, al-Isla@m Ra’sima@liyyah wa al-Syu@’iyyah, Fad}a@ya@ al-Isla@m, ‘Aqidah al-Muslim, Syubha@t wa al-Aba@t}i@l Khasu@m al-Isla@m wa al-Rid}d}ah ‘Alaihi, dan lain-lain.
Dalam bidang Hukum Islam antara lain: al-Fata@wa@, 100 as-Sua@l wa al-Jawa@b fi@ Fiqh al-Isla@m, al-H}ajj al-Akba@r; H}ukm Asra@r al-‘Iba@dah, dan lain-lain.
Dalam bidang Dakwah, al-Qad}a@ wa al-Qada@r, Haz\a Huwa al-Isla@m, Isra@’ wa al-Mi’ra@j, dan lain-lain. Dalam bidang sosial-budaya terdapat karya ‘Ala@ ‘A@idah al-Fikr al-Isla@m, al-Isla@m al-Fikr al-Mu’a@s}irah.

D. Tafsi@r al-Sya'ra@wi@; Isi, Sistematika, Metode, dan Karakteristiknya
Nama Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ diambilkan dari nama asli pemiliknya yakni al-Sya'ra@wi@. Menurut Muh}ammad ‘Ali@ Iyazi judul yang terkenal dari karya ini adalah Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ Khawa@t}ir al-Sya'ra@wi@ H}aula al-Qur'a@n al-Kari@m. Pada mulanya, tafsir ini hanya diberi nama Khawa@t}ir al-Sya'ra@wi@ yang dimaksudkan sebagai sebuah perenungan (Khawa@t}ir) dari diri al-Sya'ra@wi@ terhadap ayat-ayat al-Qur'an yang tentunya bisa saja salah dan benar.
Kitab ini merupakan hasil kreasi yang dibuat oleh murid al-Sya'ra@wi@ yakni Muh}ammad al-Sinra@wi, ‘Abd al-Wa@ris al-Dasuqi@ dari kumpulan pidato-pidato atau ceramah-ceramah yang dilakukan al-Sya'ra@wi@. Sementara itu, hadis-hadis yang terdapat di dalam kitab Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ di takhrij oleh Ah}mad ‘Umar Hasyim. Kitab ini diterbitkan oleh Akhbar al-Yaum Ida@rah al-Kutub wa al-Maktabah pada tahun 1991 (tujuh tahun sebelum al-Sya'ra@wi@ meninggal dunia). Dengan demikian, Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ ini merupakan kumpulan hasil-hasil pidato atau ceramah al-Sya'ra@wi@ yang kemudian di edit dalam bentuk tulisan buku oleh murid-muridnya.
Adapun dilihat dari isi dan sistematikanya, tampak bahwa kitab ini terdiri dari 18 jilid yang dapat digambarkan dalam tabel berikut ini:
NO. JILID ISI
1. I Pendahuluan, Qs. al-fa@tih}ah} sampai Qs. al-Baqa@rah ayat 154
2. II Qs. al-Baqa@rah ayat 155 sampai Qs. Ali@ Imra@n ayat 13.
3. III Qs. Ali@ Imra@n ayat 14 sampai 189.
4. IV Qs. Ali@ Imra@n ayat 190 sampai Qs. An-Nisa@’ ayat 100.
5. V Qs. An-Nisa@’ ayat 101 sampai Qs. Al-Ma@idah: 54.
6. VI Qs. Al-Ma@idah: 55 sampai Qs. al-An’a@m: 109.
7. VII Qs. al-An’a@m: 110 sampai Qs. al-A’ra@f: 188.
8. VIII Qs. al-A’ra@f: 189 sampai Qs. At-Taubah: 44
9. IX Qs. At-Taubah: 45 sampai Qs. Yunu@s: 14.
10. X Qs. Yunu@s: 15 sampai Qs. Hu@d: 27.
11. XI Qs. Hu@d: 28 sampai Qs. Yu@suf: 96.
12. XII Qs. Yu@suf: 97 sampai Qs. Al-H}jr: 47.
13. XIII Qs. Al-H}jr: 48 sampai Qs. Al-Isra@’: 4.
14. XIV Qs. Al-Isra@’: 5 sampai Qs. Al-Kahfi; 98.
15. XV Qs. Al-Kahfi; 99 sampai Qs. Al-Anbiya@’: 90.
16. XVI Qs. Al-Anbiya@’: 91 sampai Qs.an-Nu@r: 35.
17. XVII Qs.an-Nu@r: 36 sampai Qs. Al-Qas}as}: 29.
18. XVIII Qs. Al-Qas}as}: 30 sampai Qs. Ar-Ru@m: 58.

Berdasarkan tabel tersebut, maka tafsir ini tidak memuat dari surah Luqma@n hingga surah an-Nas atau dari pertengahan Juz 21 hingga akhir Juz 30 dalam al-Qur'an.
Sementara itu, dilihat dari metodenya, Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ ini susah untuk di petakan. Sebab, tafsir ini merupakan tafsir bi al-lisa@n atau tafsir s}auti (hasil pidato atau ceramah yang kemudian di bukukan). Dengan demikian tafsir ini tidak ditulis dalam bentuk tulisan ilmiah. Namun, secara umum tafsir ini menggunakan metode gabungan antara tah}lili@ dan tematik. Dengan kata lain al-Sya'ra@wi@ menggunakan metode tah}lili@, yakni menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu dan menerangkan makna-makna yang tercakup di dalamnya sesuai dengan keahlian dan kecenderungan penafsir, kemudian ia menjelaskan dengan menggunakan metode dan pendekatan tematik, yakni membahas ayat-ayat al-Qur'an dalam sebuah tema yang teratur.
Dalam hal ini ‘Usma@n Abd al-Rah}i@m al-Qamih}i@ menyimpulkan metode dan langkah-langkah yang ditempuh al-Sya'ra@wi@ dalam menjelaskan ayat-ayat al-Qur'an, yakni:
1. Dalam tafsir ini memuat perenungan-perenungan dan pandangan-pandangan yang tajam.
2. Mengandung tafsir maud}u@’i@, yakni dalam membahas ayat al-Qur'an ia mencoba mengkajinya pada satu tema.
3. Tafsir ini merupakan Tafsi@r S}auti (hasil ceramah yang kemudian ditulis).
4. Al-Sya'ra@wi@ adalah orang yang ahli dalam bahasa dan sastra Arab, maka ia selalu berangkat dari analisa bahasa ketika menafsirkan sebuah ayat.
5. Berusaha menyingkap Fas}a@h}ah} al-Qur'a@n i (kehebatan al-Qur'an) dan rahasia sistematikanya.
6. Tujuan dari tafsir ini adalah untuk perbaikan sosial (al-is}lah} al-ijtima@’i), moral, dan tarbawi@ (pendidikan).
7. Menyingkap ayat-ayat hukum dan melihat asba@b an-nuzu@l-nya.
8. Menggabungkan antara pendalaman dan kesederhanaan dalam menafsirkan dan menyampaikannya.
9. Menggunakan metode Analisis dan Tematik, dan berusaha menghubungkan antara ayat (muna@sabah al-aya@t).
10. Terkadang bernuansa sufistik.
11. Menggunakan gaya bahasa (uslu@b), retoris-dialogis (al-mantiqi@ al-jadali@).
12. Menyingkap penemuan-penemuan ilmiah dalam al-Qur'an.
Sampai di sini dapat dikatakan bahwa karakteristik dari kitab Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ adalahTafsi@r S}auti (hasil ceramah yang kemudian ditulis), dengan pembahasan yang luas, tidak terikat oleh satu metode tertentu dalam metodologi tafsir al-Qur'an. Sementara itu, secara umum corak dari kitab tafsir ini adalah ada@bi ijtima@’i yakni sosial kemasyarakatan, progresif untuk melakukan perubahan dan perbaikan kehidupan sosial yang lebih baik. Dikatakan secara umum, karena tafsir ini tidak menekankan corak, melainkan menekankan pengungkapan “ruh” al-Qur'an sebagai sumber hidayah bagi umat manusia.


E. Contoh Tafsir dan Komentar Para Ulama terhadap Tafsi@r al-Sya'ra@wi@
Beragamnya metode dan langkah yang ditempuh dalam Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ sebagaimana disimpulkan oleh ‘Usma@n Abd al-Rah}i@m al-Qamih}i@, maka dalam hal ini penyusun hanya akan memberikan satu contoh penafsiran terkait dengan penafsiran ilmiah. Hal ini tampak ketika al-Sya'ra@wi@ menafsirkan Qs. Al-Kahfi (18): 18.

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا

Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. (QS. 18:18)

Menurut al-Sya'ra@wi@ istilah “membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri” merupakan isyarat dari Tuhan terkait dengan tata cara tidur yang lama dan sehat. Karena, tidak aneh jika terdapat dokter yang menyarankan pasiennya untuk membolak-balikkan badannya ke kanan dan kiri ketika sedang tidur supaya terjauhkan dari penyakit kudis, dan tidak terjadi penyumbatan urat darah di bawah kedua tumit dan sebagainya.
Sementara itu, terkait dengan komentar para ulama atau tokoh secara umum memberikan penilaian dan komentar yang positif, mrk . Menurut Ahmad Bahjat al-Sya'ra@wi@ adalah mufasir kontemporer yang mampu menafsirkan al-Qur'an dengan gaya bahasa yang mudah dipahami oleh khalayak umum. Hal yang sama datang dari Yusu@f al-Qara@d}a@wi, menurutnya al-Sya'ra@wi@ adalah ahli al-Qur'an, seorang yang dikaruniai pemahaman al-Qur'an dan rahasia-rahasianya serta pandangan-pandangannya memiliki pengaruh luas di kalangan masyarakat.

F. Kesimpulan
Model Tafsi@r S}auti (hasil ceramah yang kemudian ditulis), dengan pembahasan yang luas, tidak terikat oleh satu metode tertentu dalam metodologi tafsir al-Qur'an ketika mengungkap “ruh” al-Qur'an sebagai sumber hidayah bagi perubahan dan perbaikan kehidupan sosial adalah salah satu karakteristik yang dimiliki oleh tafsir Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ ini.

DAFTAR PUSTAKA

‘Usma@n Abd al-Rah}i@m al-Qamih}i@, “Sua@l al-tafsi@r al-Syaekh Muhammad Mutawalli@ al-Sya’ra@wi@” dalam www.tafsir.org. Akses tanggal 9 April 2009.

Abd al-Hayy al-Farmawi, Al-Bidāyah fi Tafsir Maudhu'i, Dirasah Manhajiah Maudhu'iah. Terj. Suryan al-Jamrah. Metode tafsir Maudui: Suatu Pengantar, Jakarta: LsiK, 1994.

Abdul Mustaqim, Aliran-aliran Tafsir, Madzhab Tafsir dari Periode Klasik hingga Kontemporer, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2005.

Bahrus Shafa, “Syekh Mutawalli@ al-Sya'ra@wi@” dalam www.bahrusshofa.blogspot.com. Akses 8 April 2009. Lihat juga Happis basha, “al-Sya'ra@wi”@, dalam www.ydim.com. Akses 8 April 2009.

Ibn Manzur, Lisān al-Arab, Beirut: Dār Sadhr .t.t

Istibsyaroh, Hak-hak Perempuan Relasi Jender Menurut Tafsir al-Sya'ra@wi@, Jakarta: Teraju, 2004.

M. Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an, Membumikan al-Qur’an Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 1994

Mohd Rumaizuddin Ghazali, Jejak Ulama: Syekh Muhammad Mutawalli al-Sya'ra@wi@ (1911-1998); Tokoh Tafsir Mesir Abad 21” dalam www.abim.org. Akses 8 April 2009.

Muh}ammad ‘Ali@ Iyazi, Al-Mufassiru@n H}aya@tuhum wa Manha@juhum, t.tp.: Muassasah al-T}iba’ah wa an-Nasr Wizarah as\-S\aqa@fah wa al-Irsya@d al-Isla@mi, 1312 H.

Muh}ammad al-Sinra@wi dan ‘Abd al-Wa@ris al-Dasuqi, Tafsi@r al-Sya'ra@wi@ Khawa@t}ir al-Sya'ra@wi@ H}aula al-Qur'a@n al-Kari@m, Mesir: Akhbar al-Yaum Ida@rah al-Kutub wa al-Maktabah, 1991.

Nasruddin Baidan, “Metodologi Penelitian Tafsir”, dalam Makalah Seminar 14- 08-1999.

www.forsan.net akses 8 April 2009.

www.islamiyyat.com. Akses 8 April 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar